Photos of black labradors

Black labrador puppy

Black labrador puppy

License

How to use my images

Adult black labrador

Adult black labrador

License

How to use my images

Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bedug Pendowo Bagelen Terbesar Di Dunia

Bedug Kyai Bagelen itu populer dengan nama Bedug Pendowo

Halo......Hari ini penumimpi.com jalan jalan kekota Purworejo, cari angin cari jajan pasar tapi lupa ga punya uang sama cuci moto, karo niat shojat jum'at

Sebenarnya sering lewat jalan ya maksudnya jalan Purworejo, hasil dari ngopi bareng katanya di Purworejo ada Bedug yang sangat besar………jadi penasaran (bukan pasar ga dapet jajan). Kebetulan pas hari jumat tanggal 15 April 2022 bertepatan bulan Ramadhan kita sampai juga di Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo.

Kita ke objek yaitu Bedug Terbesar Dunia, yaitu Bedug Pendowo

Foto : penuhmimpi 

Seperti  yang dilansir dari http://bpad.jogjaprov.go.id, Jaman pemerintahan Bupati Purworejo pertama, Raden Cokronegoro I. bedug itu sudah berjasa menyiarkan agama Islam turun temurun di Kabupaten Purworejo dari abad ke-19. Bedug Kyai Bagelen letaknya di Masjid Agung Kauman, sebelah barat alun-alun Purworejo.

Menurut catatan sejarah, begitu selesai Perang Diponegoro (1825-1830), Pemerintah Hindia Belanda mengangkat pemimpin dari kalangan pribumi untuk memerintah wilayah Tanah Bagelen (Purworejo sekarang). Yang jadi Bupati saat itu Kanjeng Raden Tumenggung Cokronegoro I dan jabatan patih (pembantu Bupati) dipercayakan kepada Raden Cokrojoyo.

Sejarah pembuatan Bedug Kyai Bagelen bisa dihubungkan dengan sejarah berdirinya masjid agung di atas tanah wakaf seluas kurang lebih 70 x 80 m2 ukuran 21 x 22 m2 ditambah gandok ukuran ± 10 x 21 m2.

Bedug yang paling besar diseluruh dunia jadi sejarah yang paling penting di Provinsi Jawa Tengah, khusus wilayah eks Karesidenan Kedu, Bedug Kyai Bagelen itu populer dengan nama Bedug Pendowo. Bedug yang terkenal punya keistimewaan dibandingkan bedug lainnya.


Pembangunan Masjid Agung pada jaman Bupati Cokro I

Berdasarkan tulisan di prasasti yang ditempel di atas pintu utama, pembangunannya selesai tahun Jawa 1762 atau tahun 1834 Masehi. Setelah pembangunan selesai, Bupati Cokronegoro I memiliki gagasan untuk melengkapinya dengan sebuah bedug yang harus dibuat istimewa sehingga menjadi tanda peringatan di kemudian hari.

Adik Bupati, Mas Tumenggung Prawironegoro Wedana Bragolan menyarankan agar bahan bedug dibuat dari pangkal (bongkot) pohon Jati. Pohon jati tadi sesungguhnya diambil dari Dusun Pendowo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Dari cerita lisan yang turun temurun, pohon-pohon jati yang terdapat di Dusun Pendowo telah berusia ratusan tahun dengan ukuran besar-besar, bahkan ada yang bercabang lima.

Pembuatan Bedug yang dikenal sebagai Bedug Kyai Bagelen (Bedug Pendhawa) ini diperkirakan dilakukan pada tahun jawa 1762 atau tahun 1834 masehi bersamaan dengan selesainya pendirian bangunan Masjid Agung.


Pemindahan

Yakni pemindahan dari Dusun Pendowo (Jenar) ke Kota Purworejo yang jaraknya sekitar 9 KM dengan kondisi jalan yang sangat sukar dilalui. Bupati Cokronegoro I atas usul adiknya Raden Tumenggung Prawironegoro mengangkat Kyai Haji Muhammad Irsyad yang menjabat sebagai Kaum (Lebai/Naib) di desa Solotiyang, Kecamatan Loano untuk memimpin proyek pemindahan Bedug Kyai Bagelan, pemindahan pada waktu setelah jadi di buat. 

Pemindahannya dilakukan oleh para pekerja yang mengangkatnya secara beramai-ramai diiringi bunyi gamelan lengkap dengan penari tayub yang telah menanti di setiap pos perhentian. Akhirnya setelah melalui perjalanan yang jauh dan melelahkan, Bedug Kyai Bagelen tiba di Masjid Agung Kabupaten Purworejo.

Bedug tersebut mula-mula ditutupi bahan dari kulit banteng. Akan tetapi, setelah 102 tahun kemudian (3 mei 1936) kulit bedug bagian belakang mengalami kerusakan sehingga diganti dengan kulit sapi ongale (benggala) dan sapi pemacek yang berasal dari Desa Winong, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo.

Jika ingin mendengar suaranya datanglah pada saat Ashar, Maghrib, Isya, Subuh, Dzuhur serta menjelang sholat Sunat Idul Fitri dan Idul Adha,  tak kalah penting acara-acara atau peristiwa-peristiwa keagamaan Islam dan memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Bedug Kyai Bagelen selalu ditabuh untuk memberi tanda dan penghormatan. 





Post a Comment for "Bedug Pendowo Bagelen Terbesar Di Dunia"